Informasi K3L PALYJA

Aspek Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (LK3) merupakan faktor penting dalam kelangsungan bisnis perusahaan.

PALYJA berusaha untuk memenuhi semua persyaratan normatif peraturan dan perundang-undangan disamping berupaya mentaati semua permintaan dari pihak terkait dan mengacu pada standar nasional maupun internasional.

Sejak dikeluarkannya dokumen AMDAL pada tahun 1999, kegiatan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan selalu mengikuti arahan yang telah ditetapkan dengan beberapa aspek disesuaikan dengan kondisi Peraturan yang berlaku setelah dokumen disahkan.

Pemantauan kualitas air buangan dariketiga Instalasi Pengolahan Air (IPA Pejompongan dan IPA Cilandak) dan air sungai (Krukut) serta air baku (Kanal Tarum Barat) merupakan kegiatan utama untuk mengurangi potensi dampak negatif yang timbul sejak dari hulu (air baku) sampai hilirnya (air sungai sebagai badan penerima).

Bekerjasama dengan pihak BPLHD (Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah) Propinsi DKI Jakarta dan menggunakan fasilitas internal dalam analisa kualitas air buangan, secara umum kualitas air buangan memenuhi standar pemerintah kecuali parameter yang dipengaruhi oleh memburuknya kondisi air baku karena erosi dan pencemaran di hulu sumber.

Dalam melaksanakan sistem pengelolaan lingkungan, PALYJA sudah menerapkan sebagian dari elemen Sistem Manajemen Lingkungan/ISO-14001. Implementasinya diwujudkan melalui penerapan AGC (Astra Green Company) yang terdiri dari 3 bagian yaitu ACP (AGC Conformity Percentage yang meliputi green strategy,process, green product, green employee), Critical Points, dan Legal Compliance.

Berdasarkan assessment pada tahun 2014, PALYJA melakukan beberapa peningkatan di bagian green process dan pemenuhan legal compliance yaitu Organisasi P2K3, Instalasi Hydrant, Penyalur Petir, Izin Penangkal Petir, Forklift, Crane, Hoist, dan Bejana Tekan.

Komitmen perusahaan dalam melaksanakan K3 dituangkan melalui penerbitan Kebijakan K3 yang ditandatangani oleh pimpinan puncak PALYJA pada tanggal 12 November 2008. PALYJA dalam aktifitas operasionalnya memiliki 3 (tiga) potensi resiko yang sangat besar, yaitu penggunaan bahan kimia (khususnya chlorine), ruang tertutup (confined space), serta pekerjaan di jalan (working on the road). Berbagai upaya dilakukan PALYJA untuk mengurangi resiko diatas, antara lain pencegahan kecelakaan kerja dan menghilangkan kefatalan (kematian), pencegahan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Penyakit Akibat Hubungan Kerja (PAHK). Pada tahun 2015, pencapaian FR (Frekuensi Rate) = 0 (target <0.8) dan SR (Severity Rate) = 0 (target <0.004). Laporan mengenai insiden disampaikan dalam pertemuan P2K3 sebagai bentuk sosialisasi agar lebih hati-hati untuk mencegah insiden terulang kembali. Pelatihan-pelatihan K3 diberikan untuk mencegah maupun mengurangi insiden seperti safety riding, safety driving, chlorine handling, confined space, awareness K3, water rescue, ERP dan lain-lain. Pencapaian penerapan 15 standar GdF-Suez yang diperoleh melalui audit external GdF-Suez, dengan hasil ketaatan >70% menempatkan PALYJA diposisi yang sangat baik (green category) sejajar dengan perusahaan Suez Environnement Group dari negara maju.

Untuk menerapkan dan meningkatkan kinerja Sistem Manajemen K3 (SMK3), tahun 2009 PALYJA telah melakukan implementasi OHSAS-18001:2007 di lingkup Produksi, Transmisi serta unit pendukungnya yang diintegrasikan dengan Sistem Manajemen Mutu ISO- 9001:2008 dan Sistem Manajemen Laboratorium ISO/IEC-17025:2005 yang disebut dengan Sistem Manajemen Terintegrasi PALYJA (PIMS). Pada tahun 2015 Palyja mendapatkan penghargaan Nihil Kecelakaan dari Kemenakertrans untuk beberapa area yaitu IPA 1, DCR 4, DCR 5 dan UPP Utama.

Untuk implementasi K3 pada pekerjaan di jalan raya (working on the road), PALYA telah membuat prosedur untuk dilaksanakan oleh kontraktor yaitu Frame Contract yang didalamnya berisi ketentuan terkait rambu-rambu pekerjaan, pelindung galian (trenching) dan alat pelindung diri.