Tantangan dan Perencanaan Masa Depan

KEBUTUHAN PEMBIAYAAN ALTERNATIF

Sumber dana untuk investasi utama yang berkaitan dengan peningkatan sumber air dan pelaksanaan jalur transmisi ke daerah yang sangat membutuhkan, baik melalui pembiayaan bersama melalui APBD, APBN atau lembaga keuangan internasional dan kontribusi donor, harus dimobilisasi.

TANTANGAN SUMBER AIR

Pelayanan air di Barat Jakarta bergantung pada sumber air yang sama sejak 13 tahun perjanjian kerjasama dimulai. Secara umum sistem sumber air saat ini mencukupi penyediaan air secara berkelanjutan untuk 5 juta penduduk Jakarta Barat yang berkembang terus dengan pesat. Penyebab yang paling utama adalah karena sumber air saat ini dan pasokan transmisi dari fitur utamanya sangat rawan terganggu:

  • Segi kualitas (tergantung polusi dan kekeruhan tinggi selama musim hujan lebat).
  • Segi kuantitas (tergantung pada peristiwa alam eksternal: air pasang, banjir, kekeringan, pendangkalan dan keadaan yang tidak terduga seperti gangguan PLN, dan risiko potensi gangguan pada kedua stasiun pemompaan di Curug dan Cawang.

KEBUTUHAN PEMBIAYAAN ALTERNATIF

Sumber dana untuk investasi utama yang berkaitan dengan peningkatan sumber air dan pelaksanaan jalur transmisi ke daerah yang sangat membutuhkan, baik melalui pembiayaan bersama melalui APBD, APBN atau lembaga keuangan internasional dan kontribusi donor, harus dimobilisasi.

Pada pertengahan masa kontrak, PALYJA, PAM Jaya dan pemerintah DKI Jakarta masih menghadapi berbagai tantangan untuk periode 2011-2023; dimana diperlukan berbagai upaya dan niat baik dari kedua belah pihak

MASALAH YANG SANGAT MENONJOL DAN TANTANGAN

Investasi yang dibiayai melalui tarif (skema full cost recovery) masih terlalu rendah untuk dapat memenuhi dan membiayai penambahan dan peremajaan aset yang sudah tua; peningkatan mutu pelayanan seraya menghadapi kebutuhan air yang terus meningkat, serta memperluas jangkauan pelayanan. Untuk itu perlu diupayakan alternatif pendanaan.

Upaya-upaya pemberantasan terhadap sambungan ulegal dan pemakaian air secara ilegal (dengan dukungan dan langkah-langkah pemerintah) sangat diperlukan agara secara signifikan dapat menurunkan tingkat kehilangan air (NRW) untuk mencapai target kurang dari 30% selama masa kontrak.

MEMENUHI KEBUTUHAN AIR

Konversi sumur dalam (penggunaan air tanah) ke air perpipaan yang terus disosialisasikan oleh pemerintah DKI melalui kebijakan pajak air tanah dalam untuk pengguna sumur dalam, merupakan kunci untuk menanggulangi penurunan permukaan tanah di ibukota. Dikemudian hari diharapkan kebijakan ini juga diterapkan pada sumur dangkal.
Pengadaan sumber-sumber air baru dalam waktu dekat sedang diupayakan oleh PALYJA seperti di Taman Kota, di Cilandak dan lain-lain. Diharapkan pula bantuan pemerintah daerah dan pusat guna peningkatan dan perluasan pelayanan.